Selama ribuan tahun, kurma telah dikonsumsi di Timur Tengah. Madinah, Arab Saudi dikenal sebagai penghasil kurma terbesar. Tak heran banyak kebun kurma di kota ini. Mereka yang umrah ke Arab Saudi umumnya suka mampir sering kali ke sini.

Di Madinah, jamaah bisa melihat perkebunan kurma yang terletak tidak jauh dari Masjid Quba. Untuk diketahui, di sekitar Masjid Quba pun sebenarnya dijumpai beberapa kebun kurma. Maklum saja lah, tanah sekitar Masjid Quba dulunya juga merupakan kebun kurma.

Pada saat berkunjung, umumnya kurma belum siap panen. Biasanya pohon kurma mulai bisa dipanen buahnya ketika berusia 7 sampai 10 tahun. Di setiap musim panennya, pohon kurma dewasa bisa menghasilkan 80-120 kg buah kurma loh.

Mungkin jika anda yang belum pernah melihat pohon kurma, sekilas pohonnya tampak seperti pohon kelapa sawit dengan tinggi sekitar 15-25 meter. Namun, di tangkainya ada duri seperti pohon salak. Karena pohon kurma di Indonesia merupakan hal tak biasa, tak heran jika pengunjung dari Indonesia memanfaatkan pohon kurma itu untuk berfoto.

Fakta unik lainnya dari pohon kurma ini, buah kurma pun dipercaya sebagai penangkal sihir dan racun, karenanya tabib di Saudi selalu menganjurkan pasiennya makan kurma. Setelah puas melihat perkebunan kurma, kamu juga bisa mampir ke toko oleh-oleh yang isinya didominasi kurma. Ada aneka jenis kurma yang dijual antara lain kurma sukkary, safawi, mabroom, sagai, dan kurma ajwa yang juga dikenal sebagai kurma nabi. Dijual pula kurma basah yang masih segar.

Bila memandang ke sebelah timur Masjid Quba yang berada sekitar 5 kilometer dari Madinah tampak sebuah perkebunan kurma yang memiliki luas areal sekitar 25 hektare. Kebun kurma tersebut menurut pemiliknya Abdul Rahman Al Harby sudah dikelola secara turun-temurun. Bahkan kebun tersebut diyakini sudah ada sebelum nabi hijrah ke Madinah dari Mekkah. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW.

WhatsApp Hubungi Kami | 081328272777