Madinah Iman Wisata Umroh Jogja

Anjuran dan Larangan ketika Ibadah Umroh (Bagian 2)

Setelah membahas bagian Ihram  dan Thawaf pada bagian postingan selanjutnya (Anjuran dan Larangan ketika Ibadah Umroh (Bagian 1)), pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai tahapan pada proses umroh selanjutnya, yaitu:

  1. Sa’i

Sa’i lalah berjalan darl bukit Shafa ke bukit Harwa dan sebaliknya sebanyak 7 (tujuh) kali yang dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwa, Perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwa atau sebaliknya masing masing dihitung 1 (satu) kali.

Yang dilakukan saat Sa’i:

  1. Ketika naik ke bukit (mendekati) Shafa membaca:

“Innas-Shofaa, Wal Marwata, Min Sya’aairillaah, Faman Hajjal Baita Awi’Tamaro Falaa Junaaha ‘Alaihi An-Yat-Thawwafa Bihima, Waman, Tathawwa’a Khoiran Fainnallooha Syaakirun ‘Alim.”

Lalu membaca:

“Nabda-u Bima Bada-Alloohu Bihi.”

  1. Kemudian menaiki bukit Shafa, menghadap kea rah Ka’bah, mengangkat tangan lalu membaca:

“Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar Laa Illaha Illallahu Wahdahu Laa Syariikalah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wayumiitu Wahuwa ‘Ala Kulli Syai-Ing Qadiir. Laa Illaha Illallohu Wahdahu Laa Syariikalah. Anjaza Wa’dahu Wanashara ‘Abdahu Wahazamalahzaaba Wahdah.”

  1. Jika sampai pilar hijau, membaca doa:

“Rabbighfir Warham Wafu Watakarram Watajaawaz ‘Amma Ta ‘Lam Innaka Talam Maalaa Na’lam Innaka Antallaahu A’aiul Akram (Hadits Dhaif).” (Hadist Dhaif)

Kemudian jalan menuju bukit Marwa. Bagi laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil di antara dua tanda lampu hijau.

  1. Ketika menaiki bukit Marwa lakukan hal yang sama ketika berada di bukit Shafa.
  2. Dari Shafa ke Marwa dihitung 1 kali dan dari Marwa ke Shafa dihitung 1 kali. Demikian seterusnya sampai tujuh kali dan berakhir di Marwa.
  3. Perbanyaklah membaca doa, dzikir dan Al-Qur’an.
  4. Setelah selesal putaran ke tujuh di bukit Marwa, usailah rangkalan Sa’i. Selanjutnya bertahallul-lah dengan memendekkan atau mencukur gundul rambut bagi laki-laki. Sedang bagi wanita cukup dengan memotong rambut sepanjang satu ruas jari.

 

Kekeliuran yang sering terjadi saat Sa’i:

  1. Sampai di bukit Shafa dan Marwa mengangkat tangan seperti shalat – Yang benar adalah menghadap kiblat, mengangkat tangan seperti berdoa, membaca tahmid, berdoa dengan doa apa saja yang diinginkan dan bertakbir.
  2. Terus-menerus berlari-lari kecil sepanjang Shafa dan Marwa maupun sebaliknya – Lari-lari kecil hanya disunnahkan di antara dua tanda hijau. Selebihnya, berjalan seperti biasa.

 

  1. Tahalul

Tahallul adalah telah dihalalkan seorang haji/umrah melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram.

 

Yang dilakukan saat Tahallul:

Bagi laki-laki:

·         Tagshir: memotong sebagian rambut minimal 3 helai.

·         Halaq: mencukur bersih atau gundul.

Mencukur bersih atau gundul lebih afdhal dari memotong pendek. Rasulullah SAW, mendoakan bagi yang gundul agar dirahmati 3 kali, dan bagi yang memotong sebagian rambut dirahmati sekali saja. (Hadist Ibnu Umar diriwayatkan Imam Bukhori).

 

Bagi wanita:

 

Cukup memotong rambut sepanjang satu ruas jari.

 

Doa saat Tahallul:

Allahummaghfirlii Walil Muhalliqiin, Wal Muqasshiriin, Yaa Waasi’al Magfirati. Aamiin

“Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku, kepada orang-orang yang bercukur, dan kepada orang orang yang bergunting, wahai Yang Maha Luas ampunannya. Aamiin.”

Selesai memotong/mencukur rambut, lalu berdoa:

Alhamdulillaahi ‘Alaa Maa Hadaanaa. Alhamdu Lillaahi ‘Alaa Maa An’ama Bihi ‘Alainaa Allaahumma Haadzihii Naashiyatii Fataqabbal Minni Faghfirlii Dzunuubii. Allaahummaghfirlii Walilmuhallaqiina Walmuqashshiriinayaa Waasi’almaghfirah.

“Segala puji bagi Allah atas apa yang Dia nimatkan kepada kami. Ya Allah, indah ubun-ubunku, terimalah do’aku dan ampunilah dosaku. Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa orang yang bercukur dan yang bergunting. Ya Allah Yang Maha Luas ampunan-Nya (Disebutkan oleh an-Nawawi)

 

THAWAF WADA’

Merupakan thawaf perpisahan yang harus dilaksanakan jamaaf haji atau umroh sebelum meninggalkan Makkah. Mempunyai hukum wajib bagi jamaah haji kecuali untuk wanita haidh. Sedangkan untuk jamaah umroh hukumnya Sunnah (menurut fatwa Syaikh bin Baaz).

Yang dilakukan saat Thawaf Wada’:

  1. Mengeliling Ka’bah sebanyak tujuh kall, dimulai dari Hajar al Aswad (caranya seperti thawaf lainnya).
  2. Segera mentnggalkan Mekkah. Boleh tinggal sesaat untuk menunggu rombongan atau kendaraan. Namun jangan berdiam lama-lama.

Wanita haidh dan nifas tidak wajib melakukan thawaf wada’ dan tidak perlu membayar denda.

Kekeliuran yang sering terjadi saat Thawaf Wada’:

  1. Tetap berada di Mekkah setelah Thawaf Wada’, sehingga saat-saat terakhirnya tidak berada di Ka’bah.
  2. Keluar dari masjid setelah Thawaf Wada’ dengan berjalan mundur, dengan maksud memberi penghormatan kepada Ka’bah.

 

 

 

WhatsApp Hubungi Kami | 081328272777